Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Jadi Narasumber Workshop Penulisan Artikel Berkualitas Kopertais Wilayah VIII

Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Jadi Narasumber Workshop Penulisan Artikel Berkualitas Kopertais Wilayah VIII

MAKASSAR — Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Dr. Zaenal Abidin, M.H.I., dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Berkualitas (Batch 5) yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah VIII. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 25–27 September 2026, bertempat di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar.

Kegiatan ini diikuti oleh tidak kurang dari 80 peserta dari 3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan Kopertais Wilayah VIII, yang didominasi oleh dosen dan pengelola dari Institut Agama Islam (IAI-STIBA) Makassar.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Zaenal Abidin—yang juga memiliki pengalaman luas sebagai editor jurnal terakreditasi, Ex Managing Editor Jurnal Adabiyah (SINTA 2), Editor in Chief Jurnal Diwan (SINTA 2), dan tim Rumah Jurnal UIN Alauddin—membawakan materi bertajuk "Strategi Menemukan Ide, Novelty, dan Fokus Artikel Ilmiah".  

Beliau membagikan langkah-langkah praktis dan terstruktur guna menembus jurnal bereputasi (seperti SINTA 2).   

"Penulisan artikel bereputasi sebaiknya jangan dimulai dari menentukan judul, melainkan dimulai dari mengidentifikasi masalah yang relevan, menemukan research gap yang tepat, merumuskan novelty secara eksplisit, hingga memfokuskan kontribusi ilmiahnya," tegas Dr. Zaen.

"Banyak artikel ilmiah ditolak di jurnal bereputasi seperti SINTA 2 bukan hanya karena penulisan, melainkan karena masalah mendasar pada ide, tidak adanya unsur novelty (kebaruan), fokus yang buram, serta research gap yang tidak meyakinkan. Oleh karena itu, penulis sebaiknya tidak memulai dari judul, melainkan berangkat dari masalah yang relevan, menemukan celah riset, dan merumuskan kontribusi kebaruannya," lanjut Dr. Zaen.

Selama sesi pemaparan sesi, para peserta dibekali serangkaian materi praktis, antara lain:

Diagnosis Alasan Penolakan Artikel: Memahami faktor utama penolakan naskah di jurnal SINTA 2.   

Dua Pintu Memulai Artikel: Memilih pendekatan internal (dari naskah sendiri ke jurnal target) atau eksternal (menganalisis tren jurnal target terlebih dahulu).   

Peta Isu Kontemporer: Memanfaatkan tren isu aktual seperti fintech syariah, bioetika, hukum keluarga digital, hingga ekologi dan fikih lingkungan.   

Pemanfaatan AI sebagai Co-Researcher: Penggunaan teknik Trend Hunting, Reverse Engineering, dan AI-Assisted Gap menggunakan prompt AI secara efektif tanpa menghilangkan keputusan akademik kritis penulis.   

Formula N.E.W & 5W: Mempertajam kebaruan (New Context, Extension, Weakness) dan memfokuskan naskah (What, Who, Where, Why, How).   

Workshop ini dirancang secara interaktif, di mana setiap konsep teori langsung diikuti dengan contoh konkret, pemanfaatan prompt kecerdasan buatan (AI), serta latihan mandiri.  

Target akhir (output) dari sesi pendampingan ini adalah para peserta dapat menyusun satu naskah Article Brief 1 halaman yang berisi masalah utama, research gap, novelty yang jelas dalam satu kalimat, serta rancangan kerangka artikel yang spesifik dan bernovelty tinggi sehingga siap dikembangkan menjadi artikel jurnal yang layak terpublikasi pada jurnal terakreditasi maupun bereputasi.